Ibu Bumi (Mother Earth) | 2020

SINOPSIS:

Bagus (20 tahun), petani yang tinggal di kawasan subur Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, gelisah dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di tempat tinggalnya. Bersama kelompok musik punk-nya yang bernama Kendeng Squad, Bagus menyuarakan berbagai kegelisahannya ini. Ia membuat video klip “Berani Bertani” untuk merekam suara alam dan perusakan yang terjadi. Bagus berharap, musiknya bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda untuk tetap menjaga alam.

TRAILER IBU BUMI klik di sini

CREW:

Sutradara: Chairun Nissa (Ilun) | Produser: Wini Angraeni | Sinematografer: Muhammad Arif | Line Producer: Aditya Alfiqry | Production Assistant: Fendrio Syam | Perekam Suara: Adlino Danan Jaya | Penata Musik: Rikat Parikesit | Penata Suara: Wiansa Dewata | Editor: Panji Pamikat | Desainer Poster: Erinda Hadi |Tim Subtitle: Ephi Rosa, Winda Anggriani

 

Film dokumenter ini adalah produksi Sedap Films bersama Publish What You Pay (PWYP) Indonesia,

dengan dukungan LBH Semarang dan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK).

TONTON FULL FILM IBU BUMI klik di sini

 

TESTIMONI dari mereka yang sudah nonton FILM IBU BUMI klik di sini

 

Rumah Siput I 2019

Duration: 19 minutes/ Color/ Digital

Directed by: Chairun Nissa | Produced by: Wini Angraeni

SYNOPSIS:

Because of the difficulty of getting a job, Putri (28-year-old, deaf) and her best friends, co-founded a coffee shop, that became a space for deaf people to interact with the society and employ deaf.

Trailer:

Film ini merupakan bagian dari program “Ini Cerita Kita/ This is Our Story” yang digagas Sedap Films bersama dengan Pamflet dan Gerkatin Kepemudaan.

Full film “Rumah Siput”

Toko Musik (English Title: Music Store) | 2018

Film ini adalah bagian dari “Ini Cerita Kita (This is Our Story)”,

sebuah kolaborasi Sedap Films dengan perkumpulan anak muda Pamflet dan komunitas anak muda tuli Gerkatin Kepemudaan.

SINOPSIS

Seorang perempuan tuli bekerja di toko musik bertemu dengan pemain gitar yang ingin sekali memiliki gitar idamannya. Pertemuan ini kemudian menjadi sebuah gerbang komunikasi antara tuli dan dengar untuk meretas tembok hambatan di antara mereka.

[English] Synopsis:

A deaf girl working at a music store meets a guitarist boy who really wants to have his dream guitar. This encounter initiates communication between the deaf girl and the hearing boy, to break down the barrier between them.

PEMAIN/ cast

Hasna Mufidah (tuli/deaf actor)| Rendy Ahmad
Budi Yasin Misbach | Ongky Susu

Film poster, created by Juan Mayo Works (Instagram: @juanmayoworks).

Film bisa ditonton gratis di platform Viddsee, dengan subtitle Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris. Klik di bawah ini:

TOKO MUSIK (MUSIK STORE)

Asa di Kekait Daye

Dokumenter pendek kolaborasi dengan Transparency International Indonesia untuk mendorong gerakan kolektif warga di daerah melakukan pengawasan berbagai layanan publik dan menyelesaikan berbagai persoalan di desanya.

Directed by Chairun Nissa; Produced by Wini Angraeni

Cinematography: Dian Raisha; Sound Recordist: Hasanudin Bugo; Editor: Aji Pradityo.

Dunia Berawal dari Saya

Sutradara: Ari Rusyadi | Producer: Wini Angraeni, Chairun Nissa

Sebuah film bersama Rutgers WPF Indonesia, dokumenter pendek tentang kesehatan reproduksi untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Kok ke Mana? | 2015

English Title: WHERE IS KOK? 

Directed by: Chairun Nissa; Produced by: Wini Angraeni

 

Sinopsis

Abang (6 tahun) kehilangan Kok, si tikus peliharaannya. Abang selalu  bertanya, “Lihat Kok aku ‘enggak?” kepada semua orang yang ia temui dan  pertanyaan itu membuat bingung sekaligus kesal. Namun semua orang jadi membicarakan kerinduan mereka akan rumah di kota besar Jakarta.

 

Synopsis:

Abang (6 year-old) lost Kok, his pet mice. Abang asks everyone he meets “Did you see my Kok?” — which only confuses and annoys them. But it makes them talk about on missing their home in the big city Jakarta, like Kok who is missing his home.

Trailer:

You can watch the film on Viddsee: Kok ke Mana?(Where is Kok?)